Belajar bahasa agar santun, belajar bersastra agar patut

"Live simply, love generously, care deeply, speak kindly, and leave the rest to God." (Hidup bersahaja, berlimpah dalam kasih, kepedulian yang sungguh, bertutur dengan manis, selebihnya serahkan pada Tuhan)

Rabu, 15 April 2009

TAKE and SHARE: Sapardi Djoko Damono: Song of Poems

Musikalisasi Puisi
Diposting oleh Ariani Selviana di 03.34 Tidak ada komentar:
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

MARI LIHAT :

  • CERPEN SISWA
  • TOPIK : GURINDAM
  • PEMAHAMAN KALIMAT EFEKTIF

Pengikut

Powered By Blogger

Daftar Isi

  • ▼  2009 (30)
    • ►  Maret (4)
    • ▼  April (1)
      • TAKE and SHARE: Sapardi Djoko Damono: Song of Poems
    • ►  Juli (3)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  September (6)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  November (6)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2010 (10)
    • ►  Januari (1)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  September (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Oktober (1)

Buku adalah gudang ilmu

Buku adalah gudang ilmu
Membaca adalah kunci membuka dunia ilmu

Mengenai Saya

Ariani Selviana
Blog ini dibuat untuk menampung informasi apa saja tentang bahasa dan sastra Indonesia. Blog ini juga dibuat untuk mempermudah mencari bahan pembelajaran BI .
Lihat profil lengkapku

Doa Hari Jum'at, 18 April 2008: by Ariani Selviana




Tuhan Yesus,
(ASP)


dunia ini tampak menakutkan.
Aku takut meninggalkan tempat tidurku yang hangat,
keamanan dalam rumahku, untuk menghadapi
kekuatan-kekuatan alam dan kekacauan umat manusia ini

Aku tak yakin bahwa aku memiliki bekal untuk hidup
seperti yang Engkau harapkan daripadaku
ditengah-tengah penderitaan dan masalah
dari begitu banyak orang di sekelilingku

Aku takut, Tuhan, dan aku malu.
Berikanlah daku kekuatan, ya Tuhan Yesus.
Engkau tidak menuntut agar aku memenangkan setiap pertempuran
Engkau hanya meminta agar aku mengangkat senjataku
dan memikul salibku, serta masuk ke dalam arena kehidupan

Engkau tidak meminta aku bersungut ataupun mengeluh
atas keadaan-keadaan yang tak teratasi yang menantang aku
Engkau hanya meminta agar aku menjadi diriku sendiri anakMu,
muridMu, wakilMu dalam menjangkau orang lain di dalam kasih,
menolong menanggung beban orang lain,
membiarkan RohMu mengerjakan kehendakMu melalui aku

Karenanya, Tuhan Yesus yang agung,
aku akan maju terus, dengan perintahMu,
dan di dalam kuasaMu.
Jadilah kehendakMu, ya Tuhan, di dalam dan melalui daku.

Amin

Doa Hari Kamis, 24 April 2008: by Ariani Selviana



Tuhan Allah,
jika pengharapanku ada di dalam Engkau,
tidak ada hal lain yang dapat aku lakukan kecuali
mendekatkan diriku kepadaMu,
bertumbuh lebih dalam di dalam kerohanianku,
merasakan pencurahan Roh KudusMu yang lebih besar
di dalam kehidupanku.

Bukalah mataku untuk memperhatikan ajaran-ajaran kekal
yang sedang Engkau ajarkan kepadaku.
Tuhan, aku tidak ingin hidup dalam penolakan
terhadap apa yang aku hadapi,
tetapi sebaliknya aku tahu bahwa aku harus berjalan dengan iman,
dan bukan dengan penglihatan.

Berikanlah kepadaku kesadaran dan iman yang teguh,
bahwa Engkau berada bersamaku di saat aku merasa putus asa.
Keluarkan aku dari abu dan bawalah aku masuk ke dalam
tempat-tempat yang tinggi dan kenakanlah jubah pujian
sebagai pengganti semangat yang pudar.
Buanglah awan-awan keputusasaan yang mengelilingi aku.
Aku tahu bahwa kerinduanMu adalah untuk membebaskan aku dari keputusasaanku

Amin

(ASP)

Doa Hari Jumat, 24 April 2008: by Ariani Selviana


Tuhan Allah,

Hari ini aku tetap berdoa dan percaya

Sama seperti kemarin dan hari-hari yang lalu

Namun tuk sementara kulepaskan kuk kegelisahanku

karena hari ini ...aku datang dengan salib yang lain

di hadapanku ada setumpuk tanggungjawab yang harus kuselami

membentuk tabiat anak didik secitra denganmu

saat berkaca pada cermin ketidaksempurnaan , terpantullah diriku !!

hingga kurasa tak layak menanggung amanat agung ini

tapi aku percaya penuh atas satu kuasa melakukan semua itu ,

hanya Engkau sajalah

melayakan tubuh , pikir dan hati dan bibir yang tidak sempurna ini menjadi alat kebenaran-Mu bagi murid-muridku. Amien

Penyair Angkatan '66

Penyair Angkatan '66
Taufik Ismail

Puisi Taufik Ismail

MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA


I

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini


II

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

III

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.

IV

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

1998

Si Burung Merak, Penyair dan Dramawan

Si Burung Merak, Penyair dan Dramawan
W.S.Rendra

Puisi-puisi W.S.Rendra

Doa Orang Lapar

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam
o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkankelaparan adalah pemberontakanadalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan
seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
o Allah !kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
o Allah !kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu , ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
o Allah !betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam
o Allah !kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak bagai awan yang hitam
menghalang pandangku ke sorga Mu

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :

sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”



Daftar kata serapan dari bahasa Arab dalam bahasa Indonesia


Di bawah ini disajikan daftar kata-kata Arab dalam bahasa Indonesia berikut dengan bentuk dan ejaan aslinya.

Kosakata bahasa Indonesia dan bahasa Melayu yang berasal dari bahasa Arab cukup banyak, diperkirakan sekitar 2.000 - 3.000. Namun frekuensinya tidak terlalu besar. Secara relatif diperkirakan jumlah ini antara 10 % - 15 %. Sebagian kata-kata Arab ini masih utuh dalam arti yang sesuai antara lafal dan maknanya, dan ada sebagian lagi berubah. Untuk jelasnya kita ikuti saja contoh-contoh berikut ini:

Lafal dan arti masih sesuai dengan aslinya

* abad, abadi, abah, abdi, adat, adil, amal, aljabar, almanak, awal, akhir,

* bakhil, baligh, batil, barakah,

* daftar, hikayat, ilmu, insan, hikmah, halal, haram, hakim,

* khas, khianat, khidmat, khitan, kiamat

* musyawarah, markas, mistar, mahkamah, musibah, mungkar, maut,

* kitab, kuliah, kursi, kertas, nisbah, nafas,

* syariat, ulama, wajib, ziarah.

Lafalnya berubah, artinya tetap

* berkah, barakat, atau berkat dari kata barakah

* buya dari kata abuya

* derajat dari kata darajah

* kabar dari kata khabar

* lafal dari kata lafazh

* lalim dari kata zhalim

* makalah dari kata maqalatun

* masalah dari kata mas-alatuna

* mungkin dari kata mumkinun

* resmi dari kata rasmiyyun

* soal dari kata suaalun

* rezeki dari kata rizq

* Sekarat dari kata Zakarotil

* Nama-nama hari dalam sepekan : Ahad (belakangan jadi Minggu artinya=1), Senin (Isnaini=2), Selasa (Salasa), Rabu (Arba'a), Kamis (Khomsa), Jumat (Jumu'ah) dan Sabtu

Lafal dan arti berubah dari lafal dan arti semula

* keparat dalam bahasa Indonesia merupakan kata makian yang kira-kira bersepadan dengan kata sialan, berasal dari kata kafarat yang dalam bahasa Arab berarti tebusan.

* logat dalam bahasa Indonesia bermakna dialek atau aksen, berasal dari kata lughah yang bermakna bahasa atau aksen.

* naskah dari kata nuskhatun yang bermakna secarik kertas.

* perlu, berasal dari kata fardhu yang bermakna harus.

* petuah dalam bahasa Indonesia bermakna nasihat, berasal dari kata fatwa yang bermakna pendapat hukum.

* laskar dalam bahasa indonesia bermakna prajurit atau serdadu, berasal dari kata 'askar yang berarti sama

Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.